Cerita berawal ketika seorang pemotong bambu menemukan gadis kecil di dalam bambu yang bercahaya. Pemotong bambu tersebut percaya bahwa gadis kecil tersebut merupakan berkat dari Tuhan, ia dan istrinya akhirnya membesarkan gadis tersebut. Pemotong bambu dan istrinya memanggil anak tersebut dengan nama "putri" dan gadis tersebut tumbuh dengan cepat. Para warga desa memanggilnya Takenoko yang artinya bambu kecil. Takenoko memiliki teman bernama Sutemaru, ia berumur lebih tua dari teman Takenoko lainnya dan memiliki hubungan dekat dengan Takenoko. Suatu hari pemotong bambu menemukan emas dan kain halus di bambu dengan cara yang sama seperti menemukan putrinya. Ia kembali menganggap ini berkat dari Tuhan supaya ia bisa membesarkan putrinya dengan pantas. Pemotong bambu tersebut akhirnya pindah ke kota dengan rumah yang lebih besar. Putrinya terpaksa meninggalkan teman-temannya di desa.